
Medan — Halaman tengah Kantor Wali Kota Medan berubah menjadi saksi momen penuh haru dan kebanggaan pada Jumat (14/8/2026). Sebanyak 48 pelajar terbaik dari berbagai penjuru Kota Medan resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Medan Tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi penanda bahwa mereka telah siap mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang akan jatuh pada 17 Agustus mendatang.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan berlangsung dengan suasana khidmat serta penuh kehormatan. Puncak acara ditandai dengan pengucapan ikrar oleh seluruh anggota Paskibraka secara serentak, sebuah momen yang menegaskan komitmen mereka terhadap tugas negara sekaligus terhadap nilai-nilai kebangsaan yang mereka junjung tinggi.
Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah penyematan Lencana dan Kendit Kepemimpinan Perintis Muda yang diberikan langsung oleh Rico Waas kepada Pemimpin Upacara, Sapta Dwi Atmaja Harahap. Penyematan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan pengakuan atas kapasitas kepemimpinan yang telah ditunjukkan oleh sang pemimpin upacara selama masa pembinaan dan seleksi.
Simbol kepemimpinan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh anggota Paskibraka bahwa di balik setiap barisan yang rapi dan gerakan yang tegas, terdapat proses pembentukan karakter yang panjang — mulai dari kedisiplinan fisik, kekuatan mental, hingga kematangan dalam mengambil keputusan di bawah tekanan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa tugas mengibarkan bendera pusaka jauh melampaui sekadar rangkaian seremonial tahunan. Baginya, tugas ini adalah amanah kehormatan yang di dalamnya terkandung semangat nasionalisme serta kebanggaan yang mewakili seluruh masyarakat Kota Medan.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi filosofi mendasar dari keberadaan Paskibraka itu sendiri: bahwa setiap kibaran bendera bukan hanya soal gerakan fisik yang presisi, tetapi juga representasi dari jutaan harapan dan doa masyarakat yang menitipkan rasa cinta tanah air melalui tangan-tangan muda generasi penerus bangsa.
Terpilihnya 48 anggota Paskibraka Kota Medan tahun ini bukanlah hasil instan. Di balik setiap nama yang dikukuhkan, terdapat rangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari tahap penjaringan di tingkat sekolah, tes fisik dan kesehatan, penilaian kedisiplinan, hingga pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan yang biasanya dilakukan secara intensif menjelang hari pengukuhan. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar merepresentasikan nilai-nilai terbaik dari generasi muda Kota Medan — baik dari sisi fisik, mental, maupun intelektual.
Paskibraka sendiri secara nasional dikenal sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan bagi pelajar, yang setiap tahunnya melibatkan ribuan siswa terbaik dari seluruh Indonesia di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Melalui program ini, nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan cinta tanah air ditanamkan secara langsung melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Dengan dikukuhkannya 48 anggota Paskibraka ini, Kota Medan kini bersiap menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang dengan penuh semangat kebangsaan. Upacara pengibaran bendera yang akan mereka laksanakan bukan hanya menjadi bagian dari agenda seremonial pemerintah kota, tetapi juga simbol keberlanjutan estafet nilai-nilai perjuangan dari generasi ke generasi.
Momen pengukuhan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat Kota Medan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada sejarah masa lalu, melainkan terus hidup dan diteruskan melalui tangan-tangan muda yang siap mengibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab.
