
Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 calon perwira remaja (Capaja) TNI-Polri dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Upacara pelantikan ini merupakan agenda tahunan yang menandai lahirnya generasi baru perwira di jajaran TNI dan Polri, setelah para taruna dan taruni menyelesaikan pendidikan di akademi masing-masing.
Di antara ribuan perwira remaja yang dilantik pada hari itu, satu nama yang menyita perhatian publik adalah Tribrata Putra Sambo, putra dari mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.
Berdasarkan pantauan dari siaran langsung yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Tribrata tampak berada di barisan depan pada saat prosesi pelantikan berlangsung. Ia terlihat mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) Kepolisian Republik Indonesia, sama seperti rekan-rekan seangkatannya yang berasal dari Akademi Kepolisian.
Dengan resminya pelantikan tersebut, Tribrata kini menyandang pangkat Inspektur Dua (Ipda) di jajaran Kepolisian Republik Indonesia dan akan memulai perjalanan kariernya sebagai perwira pertama Polri.
Nama Tribrata sulit dilepaskan dari sosok ayahnya, Ferdy Sambo, yang pada tahun 2022 menjadi sorotan nasional setelah terjerat kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau yang dikenal publik sebagai Brigadir J. Kasus tersebut sempat menggemparkan Indonesia dan berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri kala itu.
Dalam proses hukum yang berlangsung, Ferdy Sambo pada awalnya divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis tersebut kemudian dikuatkan di tingkat banding oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, pada Agustus 2023, Mahkamah Agung (MA) mengubah putusan tersebut menjadi hukuman penjara seumur hidup.
Terlepas dari kasus yang menjerat ayahnya, kehadiran Tribrata dalam barisan Capaja yang dilantik langsung oleh Presiden menjadi bukti bahwa proses seleksi dan pendidikan di Akademi Kepolisian tetap berjalan berdasarkan mekanisme institusional yang berlaku bagi setiap taruna, tanpa memandang latar belakang keluarga.
Prosesi pelantikan ribuan perwira remaja TNI-Polri tersebut dilaksanakan berdasarkan dua landasan hukum, yaitu:
- Keputusan Presiden Nomor 69/TNI/2026 tentang Pengangkatan Taruna Akademi TNI menjadi Perwira TNI.
- Keputusan Presiden Nomor 70/Polri/2026 tentang Pengangkatan Taruna Akademi Kepolisian menjadi Perwira Polri.
Melalui kedua keputusan presiden tersebut, para taruna dan taruni lulusan Akademi TNI maupun Akademi Kepolisian resmi diangkat statusnya menjadi perwira, lengkap dengan penyematan pangkat awal sesuai matra dan institusi masing-masing.
Upacara pelantikan Capaja di Istana Merdeka umumnya berlangsung khidmat dengan diikuti oleh ribuan taruna dan taruni yang telah menempuh pendidikan bertahun-tahun di berbagai akademi, mulai dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), hingga Akademi Kepolisian (Akpol). Para perwira remaja yang baru dilantik ini menjalani prosesi penyematan tanda pangkat sebagai simbol resminya status mereka sebagai perwira pertama di institusi masing-masing.
Pelantikan Capaja ini menjadi salah satu agenda rutin tahunan yang menandai regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri. Ribuan perwira muda yang baru dilantik tersebut selanjutnya akan menjalani penempatan tugas sesuai dengan kebutuhan dan penugasan dari masing-masing institusi, sebelum nantinya menempuh jenjang pendidikan dan karier lanjutan di dunia militer maupun kepolisian.
