
KOMINFO KOTA MEDAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan terus menggencarkan langkah persiapan menuju integrasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Berbagai rapat teknis digelar secara intensif bersama sejumlah perangkat daerah guna memastikan kesiapan sistem sebelum layanan tersebut resmi diterapkan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan mudah diakses oleh masyarakat. Persiapan ini melibatkan koordinasi lintas dinas guna memastikan seluruh sistem dapat terintegrasi dengan baik. Diskominfo Kota Medan menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal.
Langkah integrasi layanan berbasis AI tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang menginginkan agar layanan pemerintah dapat diakses warga dengan lebih mudah dan praktis. Rico menekankan pentingnya pemanfaatan platform yang sudah familiar digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk salah satunya aplikasi percakapan WhatsApp. Menurutnya, kemudahan akses layanan menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Medan. Arahan tersebut menjadi dasar bagi Diskominfo untuk segera menyusun langkah teknis guna mewujudkan integrasi layanan berbasis AI tersebut. Wali Kota berharap inovasi ini dapat mempercepat proses pelayanan tanpa mengurangi kualitas dan keakuratan data yang diberikan kepada masyarakat.
Sebagai langkah awal, rapat teknis pertama digelar pada Rabu (16/9/2026) dengan melibatkan tim teknis dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan. Selain Disdukcapil, rapat tersebut turut dihadiri oleh tim teknis dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan. Pertemuan tersebut secara khusus membahas kesiapan teknis dari masing-masing perangkat daerah dalam mendukung proses integrasi layanan berbasis AI. Selain itu, pembahasan juga mencakup identifikasi kebutuhan sistem yang perlu disesuaikan agar dapat terhubung dengan platform layanan berbasis kecerdasan buatan tersebut. Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam memetakan kesiapan infrastruktur digital di masing-masing perangkat daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, kedua perangkat daerah turut memaparkan kondisi sistem layanan yang selama ini telah dikembangkan secara mandiri oleh masing-masing instansi. Pemaparan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan sistem yang ada sebelum diintegrasikan ke dalam platform layanan berbasis AI yang direncanakan. Selain itu, dibahas pula sejumlah kendala teknis yang berpotensi muncul selama proses integrasi berlangsung. Tim teknis dari kedua dinas tersebut turut menyampaikan sejumlah masukan guna mendukung kelancaran proses integrasi sistem ke depannya. Pertemuan tersebut berlangsung secara intensif guna menghasilkan langkah teknis yang lebih matang dan terarah.
Proses koordinasi kemudian dilanjutkan pada pertemuan berikutnya yang digelar pada Senin (21/9/2026) bertempat di Kantor Diskominfo Kota Medan. Pada pertemuan tersebut, turut dihadirkan tim teknis dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan guna membahas kesiapan sistem layanan ketenagakerjaan yang akan diintegrasikan. Selain itu, turut hadir pula tim teknis dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan untuk membahas kesiapan sistem pelayanan di bidang pendapatan daerah. Kehadiran kedua perangkat daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan layanan publik berbasis AI di Kota Medan. Pertemuan tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian rapat teknis sebelumnya yang telah dilaksanakan.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Dinas, Budi Hariono. Kehadiran Budi Hariono dalam rapat tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh arahan pimpinan dapat tersampaikan secara utuh kepada peserta rapat. Dalam pelaksanaannya, Budi Hariono turut didampingi oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Ahmad Khaidir, beserta jajarannya. Kehadiran Ahmad Khaidir dinilai penting mengingat perannya yang berkaitan langsung dengan aspek teknis pengembangan sistem aplikasi dan informatika. Rapat tersebut berlangsung secara kondusif dengan melibatkan diskusi aktif antara seluruh peserta yang hadir.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam mengenai kebutuhan teknis yang diperlukan guna mendukung integrasi layanan ketenagakerjaan serta layanan pendapatan daerah ke dalam sistem berbasis AI. Pembahasan turut mencakup standar keamanan data yang harus dipenuhi guna menjaga kerahasiaan informasi masyarakat yang menggunakan layanan tersebut. Selain itu, dibahas pula mekanisme integrasi sistem antar dinas agar proses pertukaran data dapat berjalan secara efisien dan akurat. Tim teknis dari masing-masing dinas turut menyampaikan sejumlah catatan teknis yang perlu menjadi perhatian bersama. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja teknis yang jelas bagi seluruh perangkat daerah yang terlibat.
Ahmad Khaidir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa proses integrasi layanan berbasis AI ini memerlukan kesiapan matang dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia di masing-masing perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data antar dinas agar layanan yang dihasilkan nantinya dapat berjalan secara optimal dan tidak menimbulkan kendala teknis di lapangan. Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya pengujian sistem secara menyeluruh sebelum layanan tersebut resmi diluncurkan kepada masyarakat. Ahmad juga menyampaikan bahwa Diskominfo akan terus melakukan pendampingan teknis kepada setiap perangkat daerah selama proses integrasi berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan guna memastikan seluruh proses persiapan berjalan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.
Diskominfo Kota Medan menargetkan agar integrasi layanan publik berbasis AI ini dapat segera diterapkan secara bertahap kepada masyarakat Kota Medan. Layanan tersebut nantinya diharapkan dapat diakses dengan mudah melalui platform WhatsApp sesuai dengan arahan yang telah disampaikan oleh Wali Kota Medan. Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi mendatangi kantor pelayanan secara langsung untuk mengurus berbagai keperluan administratif. Diskominfo optimistis bahwa kehadiran layanan berbasis AI ini dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas pelayanan publik di Kota Medan secara signifikan. Rencana tersebut turut mendapat dukungan penuh dari berbagai perangkat daerah yang terlibat dalam proses integrasi sistem tersebut.
Rangkaian rapat teknis yang digelar oleh Diskominfo Kota Medan ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam mewujudkan transformasi digital di sektor pelayanan publik. Upaya integrasi layanan berbasis kecerdasan buatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif. Diskominfo Kota Medan menegaskan akan terus melanjutkan koordinasi dengan perangkat daerah lainnya guna memperluas cakupan layanan berbasis AI di masa mendatang. Pemerintah Kota Medan berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan publik secara lebih cepat dan efisien. Proses integrasi layanan ini akan terus dipantau perkembangannya guna memastikan implementasinya berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
