
Medan — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di Gedung Pancasila Universitas Sumatera Utara (USU) pada Sabtu (25/7/2026) menyisakan sejumlah momen yang menyentuh hati. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan ini tidak hanya diisi dengan rangkaian seremoni, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah keberanian anak-anak istimewa yang tampil percaya diri di hadapan ratusan peserta.
Salah satu momen paling berkesan datang dari Kiran, siswi berusia 8 tahun penyandang Down syndrome dari SD Swasta Sejahtera Marelan. Dengan langkah mantap dan tanpa rasa canggung, Kiran naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas serta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan, Airin Rico Waas. Aksi panggung Kiran yang penuh percaya diri itu sontak disambut riuh tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir di Gedung Pancasila USU.
Momen Kiran bernyanyi di atas panggung bersama Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Medan menjadi salah satu penampilan yang paling dinanti dan mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Keberaniannya tampil di depan umum, meski dengan kondisi yang dimilikinya, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi anak-anak untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan penampilannya, Airin Rico Waas secara langsung memberikan bingkisan kepada Kiran. Dengan wajah polos penuh kegembiraan, Kiran pun mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Momen sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol kuat bahwa setiap anak, tanpa memandang kondisi fisik maupun mentalnya, memiliki hak yang sama untuk tampil, berkarya, dan merasakan kebahagiaan sebagaimana anak-anak lainnya.
Suasana haru sekaligus hangat semakin terasa ketika giliran Tania tampil memperagakan kemampuannya menerjemahkan bahasa isyarat untuk Luthfi, seorang anak penyandang tuna wicara. Kekompakan dan kerja sama yang ditunjukkan keduanya di atas panggung berhasil memukau seluruh yang hadir, termasuk Wali Kota Rico Waas dan Ketua TP PKK Airin Rico Waas.
Interaksi antara Tania dan Luthfi menjadi gambaran nyata bagaimana komunikasi dan kepedulian antaranak dapat menjembatani perbedaan, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam berbicara. Kekaguman Rico Waas dan Airin atas penampilan keduanya kemudian diwujudkan dalam bentuk penghargaan berupa hadiah sepeda, sebagai bentuk apresiasi atas kekompakan dan semangat yang mereka tunjukkan.
Rangkaian momen yang ditampilkan Kiran, Tania, dan Luthfi dalam peringatan HAN 2026 di Kota Medan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya ruang inklusif bagi anak-anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui panggung yang disediakan Yayasan PKPA bersama Pemko Medan, anak-anak seperti Kiran dan Luthfi mendapatkan kesempatan yang sama untuk tampil, diapresiasi, dan dirayakan keberadaannya di tengah masyarakat.
Kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas beserta Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas yang turun langsung berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus ini juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, tanpa terkecuali. Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini pun menjadi bukti bahwa semangat inklusivitas dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun penuh makna, seperti panggung bernyanyi bersama dan apresiasi tulus atas keberanian anak-anak istimewa.
