
MEDAN – Kawasan Kampung Mangkubumi, Kota Medan, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai kampung narkoba, digerebek petugas gabungan pada Jumat (23/10/2026). Operasi tersebut menyedot perhatian warga karena melibatkan banyak personel dari berbagai unsur penegak hukum. Kehadiran petugas di tengah permukiman sontak membuat suasana kawasan itu berbeda dari hari-hari biasa. Sejumlah warga tampak keluar rumah untuk menyaksikan jalannya penggerebekan dari kejauhan. Peristiwa ini menjadi salah satu upaya penindakan yang paling disorot di Kota Medan dalam beberapa waktu terakhir.
Penggerebekan itu dilakukan bertepatan dengan kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Kota Medan. Kunjungan tersebut berlangsung setelah jajaran kepolisian mengungkap penyelundupan 1 ton ketamin di Pelabuhan Belawan. Pengungkapan perkara berskala besar itu disebut menjadi latar dari rangkaian kegiatan Kapolri di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Kehadiran pucuk pimpinan Polri di lokasi memperlihatkan keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika. Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama kepolisian.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas gabungan tampak menyisir permukiman warga secara bertahap dan terukur. Penyisiran dilakukan di sejumlah lorong dan sudut kawasan yang selama ini dikenal rawan. Para petugas bergerak dalam kelompok kecil untuk memastikan seluruh area terjangkau oleh pemeriksaan. Pengamanan di sekitar lokasi diperketat agar jalannya operasi tidak terganggu oleh pihak mana pun. Sebagian ruas jalan menuju kawasan itu pun sempat dijaga ketat oleh aparat.
Selain menyisir permukiman, petugas juga melakukan pemeriksaan di beberapa titik yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba. Titik-titik tersebut dinilai kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pertemuan antara pengedar dan pembeli. Pemeriksaan dilakukan dengan cermat untuk mencari barang bukti maupun pihak-pihak yang diduga terlibat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di kawasan tersebut. Aparat menegaskan bahwa penindakan akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terbukti melanggar hukum.
Kehadiran Kapolri bersama tim gabungan di lokasi menjadi perhatian besar warga setempat. Banyak warga berkumpul di sekitar area untuk melihat langsung kegiatan yang jarang terjadi di lingkungan mereka itu. Sebagian warga mengaku terkejut melihat banyaknya petugas yang memasuki permukiman. Namun, sebagian lainnya menyambut positif karena berharap lingkungan mereka dapat bebas dari ancaman narkoba. Suasana di sekitar lokasi pun diwarnai rasa penasaran sekaligus harapan akan perubahan.
Hingga berita ini disusun, kondisi lengkap di lokasi penggerebekan belum dapat dipastikan. Hasil penggerebekan, termasuk ada tidaknya orang yang diamankan maupun barang bukti yang disita, masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Informasi yang beredar di lapangan pun belum seluruhnya dapat diverifikasi kebenarannya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas sumbernya. Keterangan resmi dari aparat diharapkan segera disampaikan agar publik memperoleh informasi yang akurat.
Pengungkapan penyelundupan 1 ton ketamin di Pelabuhan Belawan menunjukkan besarnya ancaman peredaran narkotika yang dihadapi Indonesia. Jalur pelabuhan kerap dimanfaatkan jaringan peredaran gelap untuk memasukkan barang haram dalam jumlah besar. Keberhasilan aparat menggagalkan upaya tersebut dinilai menyelamatkan banyak orang dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Kepolisian berkomitmen terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan masuknya narkotika. Penindakan di tingkat hulu dan hilir dinilai harus berjalan beriringan agar hasilnya lebih efektif.
Penggerebekan di Kampung Mangkubumi dipandang sebagai bagian dari upaya penindakan di tingkat hilir, yakni lokasi yang diduga menjadi pusat transaksi. Kawasan yang telah lama mendapat stigma sebagai kampung narkoba itu menjadi sasaran agar peredaran di tengah masyarakat dapat ditekan. Aparat menilai pembersihan lingkungan dari narkoba tidak cukup dilakukan sekali, tetapi memerlukan pengawasan berkelanjutan. Pendekatan penegakan hukum diharapkan juga dibarengi pembinaan dan pemulihan bagi warga yang terdampak. Dengan begitu, upaya pemberantasan narkoba dapat membawa perubahan yang bertahan lama.
Dalam kesempatan tersebut, aparat mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba. Peran warga dinilai sangat penting karena merekalah yang paling mengetahui kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Kepolisian menjamin setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kolaborasi antara aparat dan warga diyakini menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.
Ke depan, berbagai pihak berharap penggerebekan ini menjadi awal pembenahan menyeluruh di kawasan Kampung Mangkubumi. Masyarakat menantikan hasil resmi dari kepolisian serta langkah lanjutan yang akan diambil untuk menjaga keamanan lingkungan. Pemberantasan narkoba dinilai membutuhkan komitmen bersama, mulai dari aparat, pemerintah daerah, hingga seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, ancaman peredaran narkotika diharapkan dapat terus ditekan. Perkembangan lebih lanjut terkait penggerebekan ini akan terus dipantau oleh berbagai kalangan di Kota Medan.
