
SOLOK – Bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Arosuka, Kabupaten Solok, memaksa pihak berwenang untuk menutup sementara ruas jalan penghubung Solok-Padang. Penutupan jalur tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat tumpukan material banjir yang cukup tebal menutupi badan jalan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami gangguan cukup signifikan sejak peristiwa terjadi. Sejumlah petugas kepolisian tampak disiagakan di sepanjang ruas jalan guna mengatur arus kendaraan yang melintas. Kejadian tersebut turut menjadi perhatian serius berbagai pihak mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung dua wilayah.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, menegaskan bahwa langkah penutupan jalur tersebut diambil demi keselamatan seluruh pengguna jalan. Ia menjelaskan bahwa tumpukan material banjir yang menutupi badan jalan berpotensi menimbulkan bahaya apabila tetap dipaksakan untuk dilalui kendaraan. Menurutnya, kondisi permukaan jalan yang licin akibat lumpur dan material sisa banjir sangat rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan penutupan sementara hingga kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui kembali. Keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait di lapangan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat bahwa peristiwa banjir bandang tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Kompleks Perkantoran Arosuka. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sempat mengejutkan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Derasnya arus air yang membawa material lumpur serta bebatuan turut menerjang sejumlah fasilitas di kawasan perkantoran tersebut. Kejadian tersebut langsung mendapat respons cepat dari pihak BPBD yang segera melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi. Petugas BPBD turut melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah material seperti lumpur, batu, serta ranting kayu memenuhi badan jalan utama yang menghubungkan wilayah Solok dan Padang. Kondisi tersebut menyebabkan ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat untuk sementara waktu. Tumpukan material yang cukup tebal tersebut membutuhkan waktu serta tenaga ekstra untuk dapat dibersihkan secara menyeluruh. Kondisi jalan yang tertutup material banjir tersebut turut berdampak pada aktivitas warga yang biasa melintasi jalur tersebut sehari-hari. Sejumlah kendaraan tampak mengantre di sekitar lokasi menunggu informasi lebih lanjut terkait kondisi jalan.
Hingga saat ini, proses pembersihan material banjir bandang tersebut masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim gabungan tersebut terdiri atas personel BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, serta relawan dari kalangan masyarakat setempat. Seluruh elemen tersebut bekerja sama secara intensif guna mempercepat proses pembersihan timbunan lumpur dan bebatuan yang menutupi badan jalan. Proses pembersihan tersebut dilakukan menggunakan peralatan berat serta alat manual guna memaksimalkan hasil pembersihan di lapangan. Kerja sama antarinstansi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses jalan bagi masyarakat.
Dalam proses penanganan tersebut, tim gabungan turut menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi medan yang cukup berat serta cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Meski demikian, seluruh personel yang diterjunkan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proses pembersihan material banjir tersebut. Petugas di lapangan turut melakukan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya susulan material dari arah hulu sungai. Kewaspadaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan keselamatan petugas maupun warga sekitar. Proses evakuasi material tersebut ditargetkan dapat rampung secepatnya agar akses jalan dapat kembali dibuka.
Selain melakukan pembersihan material, pihak berwenang turut mengimbau warga serta pengguna jalan untuk tetap mematuhi seluruh instruksi yang disampaikan oleh petugas pengatur lalu lintas di lapangan. Imbauan tersebut disampaikan guna menghindari risiko kecelakaan maupun hal-hal yang tidak diinginkan selama proses penanganan bencana berlangsung. Warga juga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi tersebut. Kepatuhan terhadap arahan petugas dinilai sangat penting guna mendukung kelancaran proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Pihak berwenang berharap seluruh pihak dapat bekerja sama demi keselamatan bersama.
Selain imbauan untuk mematuhi arahan petugas, warga turut diimbau untuk menjauhi kawasan bantaran sungai yang berada di sekitar lokasi terjadinya bencana. Imbauan tersebut disampaikan mengingat potensi terjadinya banjir susulan masih cukup tinggi mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Pihak berwenang meminta warga untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi cuaca maupun ketinggian debit air sungai di sekitar permukiman. Kewaspadaan tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil akibat bencana susulan. Warga diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda potensi bahaya di sekitar lingkungan mereka.
Terkait kondisi jalur yang masih ditutup sementara, Iptu Akbar Kharisma Tanjung menjelaskan bahwa akibat material banjir bandang yang menutupi ruas jalan Solok-Padang, jalur tersebut untuk sementara waktu tidak dapat dilalui oleh kendaraan. Ia pun mengimbau kepada seluruh pengendara untuk menggunakan jalur alternatif sementara melalui wilayah Padang Panjang guna menghindari kepadatan maupun risiko di lokasi kejadian. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Iptu Akbar pada Selasa (22/9/2026) kepada awak media di lokasi kejadian. Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut serta bersabar selama proses penanganan bencana masih berlangsung. Pihaknya juga memastikan akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan penanganan jalur yang terdampak.
Pihak kepolisian bersama tim gabungan berharap proses pembersihan material banjir bandang tersebut dapat segera rampung sehingga akses jalan Solok-Padang dapat kembali dibuka secara normal. Seluruh pihak terkait terus melakukan koordinasi guna mempercepat proses pemulihan pascabencana tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap penyebab terjadinya banjir bandang di kawasan tersebut juga akan dilakukan guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret guna mengurangi risiko bencana banjir bandang pada masa yang akan datang. Perkembangan lebih lanjut terkait penanganan bencana tersebut akan terus dipantau oleh berbagai pihak di Kabupaten Solok.
