
KOTA MEDAN – Permasalahan sampah di Kota Medan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Volume sampah yang terus meningkat menuntut solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan perlunya dukungan dari pemerintah pusat dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi hal yang penting.
Dalam kesempatan tersebut, Rico mencontohkan hasil studi banding ke Jakarta yang telah mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Salah satu teknologi yang dikaji adalah Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu proses mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.
Namun, pembangunan fasilitas RDF membutuhkan anggaran hingga Rp1,7 triliun. Nilai tersebut dinilai sangat besar jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan total APBD Kota Medan sekitar Rp7 triliun, alokasi dana untuk proyek besar seperti ini menjadi cukup berat. Pemerintah daerah harus tetap membagi anggaran untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, luas wilayah Kota Medan yang mencapai sekitar 265 kilometer persegi juga menjadi tantangan tersendiri. Distribusi dan pengelolaan sampah harus menjangkau seluruh wilayah secara efektif.
Jumlah penduduk yang mencapai 2,5 juta jiwa pada malam hari dan meningkat hingga 4 juta jiwa pada siang hari turut memperparah persoalan sampah. Aktivitas masyarakat yang tinggi menghasilkan volume sampah yang besar setiap harinya.
Rico Waas menilai bahwa tanpa dukungan pemerintah pusat, penanganan sampah akan sulit dilakukan secara optimal. Bantuan tersebut dapat berupa pendanaan maupun dukungan teknologi.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan ini menjadi ajang diskusi terkait solusi pengelolaan sampah perkotaan.
Melalui kerja sama antar daerah dan pemerintah pusat, diharapkan solusi yang efektif dapat segera diwujudkan. Pengalaman dari daerah lain menjadi referensi penting dalam menentukan kebijakan.
Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih akan meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi energi juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi. Hal ini menjadi peluang yang dapat dikembangkan ke depan.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan Kota Medan mampu mengatasi permasalahan sampah secara lebih efektif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
