
MEDAN KOTA – Pemerintah Kota Medan kembali menggelar kegiatan ibadah bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pada malam kelima Ramadan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melaksanakan Salat Tarawih berjamaah bersama jajaran Kecamatan Medan Selayang. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (22/2/2026) malam. Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu pengajian turut hadir dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Kota Medan setiap bulan Ramadan. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk membangun komunikasi yang lebih harmonis. Kebersamaan dalam ibadah diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga suasana yang kondusif selama bulan suci. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah dan warga harus terus dirawat melalui kegiatan positif. Hal tersebut sejalan dengan semangat membangun Kota Medan yang religius dan harmonis.
Kegiatan Tarawih bersama ini juga dihadiri unsur Forkopimcam Medan Selayang. Kehadiran para pejabat kecamatan menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembinaan keagamaan yang digagas pemerintah kota. Selain itu, tokoh masyarakat dan alim ulama turut memberikan doa serta tausiyah singkat. Tausiyah tersebut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi.
Suasana Pendopo Rumah Dinas Wali Kota tampak dipenuhi jamaah dari berbagai kalangan. Tidak hanya aparatur pemerintah, warga sekitar juga turut hadir untuk melaksanakan ibadah bersama. Interaksi yang terjalin berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin melalui kegiatan keagamaan.
Program Tarawih bersama telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Medan. Setiap Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir dengan melibatkan berbagai kecamatan. Tujuannya adalah mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, aspirasi warga dapat terserap secara lebih efektif.
Selain ibadah berjamaah, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog informal antara wali kota dan warga. Beberapa tokoh masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan masukan. Pemerintah kota menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
Ramadan juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai gotong royong. Dalam kesempatan tersebut, wali kota mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban selama bulan suci. Ia menekankan agar seluruh masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketenangan. Dengan suasana yang kondusif, ibadah Ramadan dapat berjalan dengan khusyuk.
Tokoh agama yang hadir menyampaikan pesan moral kepada jamaah. Mereka mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan serta mempererat silaturahmi. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan diri dari perbuatan negatif. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terus dipraktikkan setelah Ramadan usai.
Kecamatan Medan Selayang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Dukungan masyarakat terhadap program pemerintah dinilai cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme jamaah yang hadir dalam Tarawih bersama tersebut. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal sosial penting bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Medan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Tidak hanya di Pendopo Rumah Dinas, kegiatan juga akan digelar di berbagai masjid di kecamatan lain. Dengan pola bergilir, pemerataan kebersamaan dapat dirasakan seluruh warga. Program ini menjadi bagian dari pendekatan humanis pemerintah daerah.
Dalam konteks pembangunan, pendekatan spiritual dinilai memiliki peran penting. Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat dimensi tersebut. Pemerintah kota berupaya menyeimbangkan kedua aspek itu secara berkelanjutan.
Wali kota juga mengajak generasi muda untuk aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia menilai partisipasi pemuda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai religius. Kegiatan seperti Tarawih bersama dapat menjadi sarana pendidikan karakter. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tumbuh dengan nilai moral yang kuat.
Menjelang pertengahan Ramadan, Pemerintah Kota Medan akan terus mengintensifkan berbagai program sosial. Kegiatan berbagi kepada masyarakat kurang mampu turut menjadi agenda rutin. Langkah tersebut merupakan wujud kepedulian sosial pemerintah daerah. Semangat berbagi di bulan suci diharapkan dapat meringankan beban warga.
Melalui Tarawih bersama di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya membangun kota yang religius, harmonis, dan inklusif. Kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi tersebut. Dengan semangat persaudaraan, Kota Medan diharapkan semakin maju dan sejahtera.
