
NEWMEDAN.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini menjadi strategi penting dalam memperkuat hilirisasi dan meningkatkan inklusi keuangan di berbagai daerah.
Kebijakan percepatan ini dilakukan bersama seluruh mitra perbankan yang menjadi penyalur KUR. Pemerintah daerah menilai kolaborasi menjadi kunci agar UMKM dapat naik kelas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Naslindio Sirait, menyampaikan bahwa hingga 31 Oktober 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai angka signifikan. Total nilai KUR yang tersalurkan mencapai Rp13,4 triliun.
Jumlah tersebut disalurkan kepada 327.678 debitur yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Utara. Angka ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan besar pelaku usaha terhadap pembiayaan terjangkau.
Realisasi tersebut sekaligus mendekati target Pemprov Sumut tahun 2025 sebesar Rp15 triliun. Artinya, capaian KUR telah melewati 89 persen dari target tahunan.
Naslindio memaparkan hal tersebut pada kegiatan Temu Pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut. Acara itu berlangsung di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa penyaluran KUR menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. UMKM dianggap sebagai tulang punggung ekonomi Sumatera Utara.
Pemerintah provinsi juga berfokus pada aspek hilirisasi untuk memperkuat rantai nilai produk UMKM. Dengan tambahan modal melalui KUR, pelaku usaha dapat meningkatkan produksi dan kualitas.
Selain itu, KUR juga bertujuan membuka akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh lembaga perbankan. Inklusi keuangan menjadi agenda penting pemerintah.
Naslindio menyebut, kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor perbankan menjadi faktor pendorong utama. Tanpa dukungan lembaga keuangan, program KUR tidak dapat berkembang maksimal.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi UMKM penerima KUR. Bantuan permodalan perlu disertai edukasi agar pengelolaan usaha lebih optimal.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ekosistem UMKM. KUR menjadi instrumen efektif dalam memperluas kemampuan pelaku usaha.
Tak hanya modal, pemerintah turut mendorong penguatan jaringan pemasaran. Produk UMKM diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional.
Naslindio menjelaskan bahwa bertambahnya debitur menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. KUR dianggap solusi bagi pelaku usaha kecil yang ingin berkembang.
Pemprov Sumut juga terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan penyaluran KUR berjalan tepat sasaran. Transparansi menjadi fokus agar program ini berdampak luas.
Dengan mendekati target Rp15 triliun, pemerintah optimistis mampu mencapainya sebelum akhir tahun. Dukungan perbankan menjadi salah satu penyebab tingginya penyerapan.
Acara Temu Pers ini sekaligus menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang akses pembiayaan UMKM. Pemerintah ingin semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan KUR.
Pada penutup sesi, Naslindio menegaskan bahwa KUR adalah pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan penyaluran yang konsisten, UMKM dapat tumbuh berkelanjutan.
Pemprov Sumut berharap capaian positif ini terus berlanjut. KUR diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.
