
KOTA MEDAN – Pemerintah Kota Medan kembali menggelar agenda tahunan Ramadhan Fair pada tahun 2026. Kegiatan yang telah menjadi tradisi setiap bulan suci ini akan dipusatkan di Taman Sri Deli, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Kota. Perhelatan dijadwalkan mulai 25 Februari 2026. Berbagai persiapan teknis dan nonteknis kini tengah dimatangkan. Pemerintah berharap kegiatan berjalan lancar dan meriah.
Ramadhan Fair ke-XX ini direncanakan menghadirkan beragam kegiatan bernuansa religi dan ekonomi kreatif. Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Stan kuliner, kerajinan, serta hiburan Islami akan meramaikan acara. Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi. Oleh sebab itu, persiapan dilakukan secara terstruktur.
Rapat persiapan Ramadhan Fair dipimpin oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat III Balai Kota Medan pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam rapat tersebut, dibahas mekanisme pelaksanaan hingga pengaturan teknis di lapangan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah turut diperkuat. Tujuannya untuk memastikan seluruh aspek kegiatan terkelola dengan baik.
Lokasi kegiatan di Taman Sri Deli dipilih karena memiliki nilai historis dan strategis. Kawasan ini kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat. Letaknya yang berada di jantung kota memudahkan akses pengunjung. Pemerintah juga akan melakukan penataan area agar tertib dan nyaman. Pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus pembahasan.
Selain membahas Ramadhan Fair, rapat tersebut juga menyinggung pelaksanaan Harmoni Imlek 2026. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari 2026 di kawasan Jalan Kesawan, Medan Barat. Harmoni Imlek menjadi simbol keberagaman budaya di Kota Medan. Pemerintah ingin memastikan kedua agenda berjalan sukses. Sinergi antarinstansi menjadi kunci pelaksanaan.
Ramadhan Fair bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan ini memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM mendapat kesempatan memperluas pasar selama Ramadan. Peningkatan perputaran ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara langsung. Pemerintah Kota Medan mendorong partisipasi pelaku usaha lokal.
Dalam rapat persiapan, aspek keamanan dan kebersihan menjadi perhatian utama. Aparat keamanan akan dilibatkan untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Dinas kebersihan juga disiapkan untuk memastikan lokasi tetap bersih. Pengunjung diimbau menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Pemerintah ingin menciptakan suasana Ramadan yang khidmat.
Pemerintah Kota Medan juga menyiapkan panggung hiburan bernuansa religi. Penampilan nasyid, ceramah agama, dan lomba islami akan menjadi bagian dari rangkaian acara. Kegiatan ini diharapkan memperkuat nilai spiritual selama Ramadan. Selain itu, ruang interaksi sosial masyarakat juga semakin terbuka. Kebersamaan menjadi semangat utama.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, koordinasi teknis terus dilakukan. Setiap organisasi perangkat daerah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari pengaturan stan, keamanan, hingga manajemen pengunjung. Evaluasi rutin akan dilakukan menjelang hari pelaksanaan. Langkah ini guna meminimalkan potensi kendala.
Kegiatan Ramadhan Fair selama ini selalu mendapat respons positif dari masyarakat. Pengunjung datang tidak hanya dari Kota Medan, tetapi juga dari daerah sekitar. Hal ini menunjukkan daya tarik kegiatan tersebut. Pemerintah berharap perhelatan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Inovasi dan perbaikan terus dilakukan.
Wakil Wali Kota Medan menekankan pentingnya koordinasi yang solid. Seluruh panitia diminta bekerja secara profesional. Persiapan yang matang akan menentukan kesuksesan acara. Pemerintah tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu jalannya kegiatan. Komitmen bersama menjadi landasan utama.
Sementara itu, pelaksanaan Harmoni Imlek 2026 juga dipastikan berjalan sesuai rencana. Agenda tersebut mencerminkan keberagaman dan toleransi di Kota Medan. Perayaan budaya ini menjadi simbol harmoni antarumat beragama. Pemerintah berkomitmen mendukung setiap kegiatan budaya. Stabilitas dan persatuan menjadi prioritas.
Dengan dua agenda besar dalam waktu berdekatan, koordinasi intensif menjadi kebutuhan utama. Pemerintah memastikan sumber daya dan personel siap siaga. Sinergi antara aparat keamanan dan panitia sangat diperlukan. Evaluasi menyeluruh dilakukan sebelum pelaksanaan. Hal ini untuk memastikan setiap detail telah diperhitungkan.
Ramadhan Fair 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat. Selain meningkatkan ekonomi lokal, kegiatan ini juga menguatkan nilai keagamaan. Pemerintah Kota Medan ingin menghadirkan acara yang aman, nyaman, dan inklusif. Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan. Kesuksesan acara menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, Pemko Medan optimistis Ramadhan Fair ke-XX akan berjalan sukses. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung aktivitas keagamaan dan budaya. Harmoni Imlek 2026 pun menjadi bagian dari semangat kebersamaan tersebut. Kota Medan diharapkan tetap kondusif dan harmonis. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan agenda kota ini.
