
NEWMEDAN.COM – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kembali mengingatkan seluruh perangkat daerah bahwa waktu menuju penutupan tahun anggaran semakin sempit. Karena itu, setiap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah disusun harus dikejar dengan kerja maksimal tanpa menunggu momentum. Penegasan tersebut ia sampaikan saat memimpin rapat pembahasan PAD serta evaluasi penerimaan akhir tahun di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Kamis (20/11/2025).
Rico mengungkapkan bahwa PAD merupakan indikator vital yang mencerminkan kemandirian fiskal daerah. Semakin tinggi PAD, semakin besar ruang gerak pemerintah kota dalam menjalankan program pembangunan tanpa ketergantungan berlebih pada pemerintah pusat.
Ia meminta seluruh jajaran Bapenda dan OPD penghasil untuk lebih responsif melihat peluang-peluang penerimaan di setiap sektor. Potensi yang selama ini belum tergarap maksimal harus dipetakan ulang agar dapat segera dikelola dengan lebih efektif.
Menurutnya, peningkatan PAD tidak melulu soal menaikkan tarif, tetapi lebih kepada optimalisasi sistem pemungutan, penegakan aturan, serta meminimalisir kebocoran pendapatan. Transparansi dan kedisiplinan administratif menjadi kunci utama.
Dalam rapat tersebut, Rico menekankan bahwa setiap OPD harus memiliki strategi jelas dan terukur. Tidak boleh lagi ada alasan lambatnya pendapatan hanya karena faktor teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
Ia juga meminta laporan harian, bukan hanya bulanan, agar progres bisa dipantau secara ketat. Dengan begitu, berbagai kendala yang muncul dapat langsung diselesaikan tanpa menunggu terlalu lama.
Rico menilai bahwa masih banyak sektor PAD yang berpotensi besar, seperti pajak parkir, pajak restoran, hingga retribusi jasa usaha. Namun, sebagian belum memberikan kontribusi maksimal akibat lemahnya pengawasan.
Ia menegaskan perlunya kolaborasi seluruh perangkat daerah untuk memastikan pendapatan tidak hanya terserap baik, tetapi juga tercatat dengan akurat dalam sistem digital Bapenda.
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif kepada wajib pajak. Ia menginginkan pelayanan yang ramah agar masyarakat merasa dihargai saat memenuhi kewajiban mereka.
Namun demikian, ia juga tidak memungkiri perlunya penegakan hukum bagi wajib pajak yang sengaja menghindar. Tindakan tegas harus disiapkan untuk mencegah potensi kerugian bagi keuangan daerah.
Rico meminta agar seluruh proses pemungutan PAD dilakukan secara digital dan dapat diawasi secara real-time. Teknologi diharapkan mampu menjadi alat untuk menekan praktik manipulasi dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Bapenda, kecamatan, dan kelurahan dalam mendata ulang objek pajak. Pendataan yang akurat adalah pondasi utama keberhasilan penerimaan daerah.
Rico juga menyinggung perlunya pembenahan sistem parkir yang selama ini kerap menjadi sorotan publik. Menurutnya, pendapatan dari sektor ini masih sangat jauh dari potensi sebenarnya.
Dalam rapat tersebut, setiap kepala bidang diminta menyampaikan perkembangan target masing-masing. Rico tidak segan mengingatkan OPD yang progresnya stagnan agar segera meningkatkan kinerja.
Ia mengatakan bahwa capaian PAD adalah hasil kerja kolektif, bukan hanya tanggung jawab Bapenda. Karena itu, seluruh institusi di Pemko Medan harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama.
Rico menegaskan bahwa akhir tahun bukan alasan untuk melambat. Justru, momentum ini harus dijadikan pendorong untuk bekerja lebih cepat dan terukur agar seluruh target dapat terpenuhi.
Ia juga meminta agar tim pengawasan internal bekerja lebih intensif mengawasi jalannya penerimaan akhir tahun. Risiko pelanggaran atau penyimpangan biasanya meningkat ketika waktu semakin mendesak.
Menurutnya, ketepatan waktu dan akurasi pelaporan pendapatan sangat menentukan kualitas pertanggungjawaban fiskal pemerintah kota di mata publik maupun auditor negara.
Rico mengatakan dirinya akan terus memantau progres PAD secara langsung hingga akhir tahun. Ia memastikan tidak akan memberikan toleransi bagi OPD yang tidak menepati target tanpa alasan yang jelas.
Rapat evaluasi tersebut ditutup dengan penyampaian komitmen seluruh jajaran Bapenda untuk bekerja lebih keras dan profesional dalam menyelesaikan target PAD 2025.
Melalui dorongan ini, Pemko Medan berharap dapat mengakhiri tahun dengan hasil optimal dan memperkuat pondasi fiskal menuju pembangunan kota yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
