
NEWMEDAN.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Minggu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan pelaksanaan ibadah Natal tahun 2025. Lokasi yang dikunjungi adalah Gereja Banua Niha Keriso Protestan Jemaat Petrus Ombulata. Kehadiran Wakil Presiden menjadi perhatian masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan penuh kehangatan.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran hadir dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Ia datang bersama seorang yang mengenakan kostum sinterklas. Kehadiran sinterklas langsung menarik perhatian jemaat. Anak-anak tampak antusias menyambut kedatangan rombongan. Suasana gereja pun menjadi lebih meriah.
Berdasarkan video yang diterima dari Antara di Jakarta, Gibran tiba di gereja pada sore hari. Ia langsung menyapa jemaat yang telah menunggu. Jemaat menyambut Wakil Presiden dengan penuh sukacita. Sejumlah anak tampak berkerumun di sekitar sinterklas. Momen tersebut menciptakan suasana kebersamaan menjelang Natal.
Gibran bersama sinterklas kemudian membagikan hadiah kepada anak-anak. Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian kepada generasi muda. Anak-anak terlihat gembira menerima bingkisan Natal. Orang tua jemaat turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Perayaan Natal pun terasa lebih bermakna.
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salam tersebut ditujukan kepada seluruh jemaat BNKP Jemaat Petrus Ombulata. Presiden menyampaikan harapan agar Natal dirayakan dengan penuh damai. Pemerintah menginginkan suasana Natal yang aman dan kondusif. Pesan tersebut diterima jemaat dengan penuh rasa syukur.
Wakil Presiden menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin kebebasan beribadah. Ia menyampaikan bahwa perayaan hari besar keagamaan harus dilindungi. Pemerintah berkomitmen menjaga toleransi antarumat beragama. Hal ini merupakan bagian dari nilai kebangsaan. Persatuan dan kerukunan harus terus dirawat.
Selain membagikan hadiah, Gibran juga meninjau kesiapan teknis ibadah Natal. Ia memastikan fasilitas gereja telah siap digunakan. Koordinasi antara pengurus gereja dan aparat keamanan berjalan baik. Pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan ibadah. Semua pihak bekerja sama demi kelancaran kegiatan.
Gibran juga memastikan aspek pengamanan berjalan optimal. Aparat keamanan disiagakan secara humanis. Pengamanan dilakukan tanpa mengganggu jalannya ibadah. Jemaat merasa nyaman selama kegiatan berlangsung. Situasi di sekitar gereja terpantau aman.
Pengurus gereja menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden. Mereka menilai kehadiran Gibran memberikan semangat tersendiri bagi jemaat. Perhatian pemerintah pusat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi jemaat BNKP. Hubungan antara pemerintah dan umat semakin erat.
Masyarakat Gunungsitoli menyambut positif kunjungan tersebut. Warga menilai pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap wilayah kepulauan. Kehadiran Wakil Presiden menjadi simbol perhatian negara. Natal kali ini terasa lebih istimewa. Antusiasme masyarakat terlihat jelas.
Gibran juga menyempatkan diri berdialog singkat dengan jemaat. Ia mendengarkan harapan serta aspirasi masyarakat setempat. Beberapa jemaat menyampaikan harapan terkait pembangunan daerah. Wakil Presiden menyatakan akan menampung aspirasi tersebut. Dialog berlangsung dalam suasana akrab.
Kehadiran sinterklas menjadi daya tarik utama bagi anak-anak. Mereka tampak ceria dan penuh semangat. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kebahagiaan. Natal menjadi waktu yang tepat untuk berbagi kasih. Pemerintah ingin menghadirkan kebahagiaan bagi semua kalangan.
Kunjungan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kebhinekaan. Gunungsitoli sebagai bagian dari Sumatera Utara mendapat perhatian khusus. Pemerintah memastikan seluruh daerah mendapat pelayanan yang sama. Kehidupan beragama menjadi salah satu fokus perhatian. Toleransi terus diperkuat.
Gibran menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia mengajak masyarakat menjadikan Natal sebagai momentum refleksi. Nilai cinta kasih harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan menjadi penghalang persaudaraan. Semangat kebangsaan harus terus dijaga.
Aparat keamanan yang bertugas melakukan pengamanan secara persuasif. Tidak terlihat penjagaan berlebihan di sekitar gereja. Pendekatan humanis menjadi prioritas. Jemaat dapat beribadah dengan tenang. Kondisi ini mencerminkan kesiapan yang matang.
Kunjungan Wakil Presiden ini merupakan bagian dari agenda nasional menjelang Natal. Pemerintah pusat memantau langsung kesiapan ibadah di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan. Kehadiran pejabat negara memberikan rasa aman. Masyarakat merasa dilindungi.
Tokoh agama setempat turut menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Mereka berharap kerja sama dengan pemerintah terus terjalin. Peran tokoh agama dinilai penting dalam menjaga kerukunan. Pemerintah membuka ruang dialog dengan semua pihak. Kehidupan beragama menjadi pilar persatuan.
Setelah kegiatan di gereja, Gibran melanjutkan agenda kunjungan kerja lainnya. Rombongan meninggalkan lokasi dengan tertib. Jemaat mengantar kepergian Wakil Presiden dengan penuh antusias. Banyak yang mengabadikan momen tersebut. Kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merayakan Natal dengan sederhana. Keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta menjaga toleransi dan persatuan. Natal harus menjadi sumber kedamaian. Nilai kebersamaan harus dikedepankan.
Dengan adanya kunjungan ini, persiapan Natal di Gunungsitoli dinilai semakin optimal. Jemaat merasa lebih percaya diri menyambut ibadah Natal. Pemerintah memastikan akan terus memantau situasi hingga perayaan selesai. Harapan akan Natal yang damai semakin kuat. Kunjungan Wakil Presiden menjadi simbol kehadiran negara bagi seluruh umat.
