
NEWMEDAN.COM – Pengajian Akbar dan Doa Bersama yang digelar di Masjid Nurul Huda, Jalan Bunga Asoka, Medan Selayang, Rabu (10/12/2025) siang, berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Ratusan jamaah memenuhi area masjid untuk memanjatkan doa bagi para korban banjir yang melanda Kota Medan dan sekitarnya beberapa hari sebelumnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk saling menguatkan setelah bencana banjir merendam permukiman, merusak rumah, menghilangkan harta benda, bahkan menelan korban jiwa. Dalam suasana haru, bacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan salawat menggema memenuhi masjid.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turut hadir dan berdampingan dengan para jamaah dalam doa bersama itu. Mengenakan baju koko putih sederhana, ia duduk di antara warga yang hadir, menunjukkan kebersamaan dan empati terhadap situasi yang tengah dihadapi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rico menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah banjir yang kembali menimpa sejumlah kawasan. Ia mengajak seluruh warga untuk memperkuat iman, bersabar, dan tetap saling bahu-membahu dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
“Kita berdoa memohon ampunan dan perlindungan, memohon agar kita kuat menghadapi cobaan-Nya,” ujar Rico dengan suara penuh keprihatinan. Ungkapan itu disambut anggukan dan isak pelan dari sebagian jamaah yang masih merasakan dampak langsung dari bencana.
Rico juga menegaskan bahwa Pemkot Medan akan terus berupaya maksimal dalam penanganan pascabencana. Ia menyampaikan bahwa bantuan terus disalurkan, mulai dari logistik, perbaikan fasilitas umum, hingga pendampingan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Selain doa bersama, acara tersebut juga diisi tausiah dari Ustaz setempat yang mengingatkan jamaah untuk memperbanyak ibadah, saling membantu, serta memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, bencana bukan hanya ujian, tetapi juga pengingat agar manusia tidak lalai dan kembali mendekat kepada Sang Pencipta.
Jamaah yang hadir tampak larut dalam suasana pengajian. Banyak di antara mereka adalah korban banjir yang datang dengan perasaan campur aduk: sedih, khawatir, namun sekaligus berharap bahwa keadaan akan segera membaik.
Salah satu warga, Nuraini, mengatakan bahwa pengajian ini memberinya ketenangan setelah rumahnya terendam banjir hingga setengah meter. “Kami sangat terpukul, tapi doa bersama ini membuat kami merasa tidak sendirian,” ujarnya.
Acara pengajian juga menjadi kesempatan bagi Pemkot Medan untuk bertemu langsung dengan warga terdampak dan menerima aspirasi mereka. Rico berdialog dengan sejumlah jamaah usai doa bersama, mendengarkan keluhan terkait kerusakan rumah, sulitnya akses makanan, hingga gangguan kesehatan setelah banjir.
Di akhir kegiatan, seluruh jamaah berdiri bersama untuk memanjatkan doa terakhir yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan. Doa itu memohon keselamatan, kekuatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat, serta perlindungan agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
Rico menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mempercepat langkah-langkah mitigasi, termasuk memperbaiki sistem drainase, membersihkan aliran sungai, dan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Ia berharap momentum pengajian ini menjadi penyemangat bagi seluruh warga untuk bangkit. “Semoga kita semua diberi kekuatan, kesabaran, dan jalan keluar terbaik dari setiap ujian yang kita hadapi,” tutupnya.
Pengajian Akbar tersebut berakhir menjelang sore dengan suasana yang tetap hangat. Warga saling bersalaman, menandai kuatnya rasa persaudaraan di tengah situasi sulit. Meski banyak duka, harapan untuk bangkit kembali terasa menguat dari hati setiap jamaah yang hadir.
Acara ini tidak hanya menjadi rangkaian ibadah, tetapi juga ruang penguatan moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Medan. Sebuah wujud nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi bencana.
