
NEWMEDAN.COM – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, meninjau langsung proses penanganan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dari Pemerintah Kota Medan berjalan optimal dan tepat sasaran. Kehadiran pimpinan dinas di lokasi menjadi bentuk komitmen terhadap percepatan pemulihan. Kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya material lumpur yang perlu dibersihkan secara menyeluruh. Proses rehabilitasi pun terus dikebut agar aktivitas masyarakat segera pulih.
Banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang sebelumnya menyebabkan sejumlah kawasan permukiman dan akses jalan tertutup lumpur. Material yang terbawa arus air menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memberikan dukungan. Pemerintah Kota Medan melalui Dinas SDABMBK turut mengirimkan bantuan teknis. Langkah ini menjadi wujud solidaritas antardaerah.
Sejumlah personel dan alat berat telah lebih dahulu diberangkatkan ke lokasi terdampak. Unit ekskavator dan truk pengangkut material dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Tim teknis bekerja membersihkan timbunan lumpur di badan jalan dan lingkungan permukiman. Fokus utama adalah membuka akses utama yang menghubungkan antarwilayah. Dengan terbukanya akses, aktivitas ekonomi warga diharapkan dapat kembali berjalan.
Dalam peninjauan tersebut, Gibson Panjaitan memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik. Ia juga mengecek efektivitas pola kerja di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dilakukan untuk menyelaraskan prioritas penanganan. Setiap titik terdampak dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan. Pendekatan ini bertujuan agar bantuan tepat guna dan efisien.
Penambahan unit alat berat turut dilakukan untuk mempercepat pekerjaan. Langkah tersebut diambil setelah melihat luasnya area terdampak banjir. Dengan dukungan tambahan, target pembersihan diharapkan tercapai sesuai jadwal. Personel bekerja secara bergiliran guna menjaga produktivitas. Keselamatan kerja tetap menjadi perhatian utama selama proses berlangsung.
Gibson menekankan pentingnya percepatan pekerjaan di lapangan. Menurutnya, semakin cepat akses terbuka, semakin cepat pula masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. Ia meminta tim menjaga ritme kerja tanpa mengabaikan standar keselamatan. Sinergi dengan aparat setempat terus diperkuat. Kolaborasi lintas daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Material lumpur diangkut ke lokasi penampungan yang telah ditentukan. Selain jalan utama, gang-gang permukiman juga menjadi perhatian. Lingkungan yang bersih akan meminimalkan risiko penyakit pascabanjir. Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan jangka pendek.
Selain pembersihan, tim juga membantu memperbaiki saluran drainase yang tersumbat. Saluran air yang lancar penting untuk mencegah genangan susulan. Evaluasi kondisi infrastruktur dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan lanjutan. Data tersebut akan menjadi bahan rekomendasi teknis bagi pemerintah daerah setempat. Pendekatan komprehensif dinilai lebih efektif dalam penanganan pascabencana.
Warga terdampak menyambut baik kehadiran bantuan dari Kota Medan. Sejumlah masyarakat terlihat ikut bergotong royong bersama petugas. Semangat kebersamaan menjadi energi positif dalam proses pemulihan. Dukungan moral dari berbagai pihak turut memperkuat optimisme warga. Situasi berangsur kondusif seiring terbukanya akses jalan.
Pemerintah Kota Medan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan. Solidaritas antarwilayah menjadi nilai penting dalam menghadapi bencana. Tidak hanya bantuan fisik, dukungan koordinasi teknis juga diberikan. Pemerintah berharap kerja sama ini dapat mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak. Prinsip gotong royong terus dijunjung tinggi.
Gibson menyampaikan bahwa Dinas SDABMBK akan terus memantau perkembangan di lapangan. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan target tercapai. Jika diperlukan, tambahan dukungan dapat kembali dikirimkan. Fleksibilitas respons menjadi bagian dari strategi penanganan. Hal ini dilakukan agar kebutuhan riil masyarakat terpenuhi.
Hingga saat ini, sebagian besar ruas jalan utama telah dapat dilalui kendaraan. Namun, beberapa titik masih memerlukan penanganan lanjutan. Tim terus bekerja membersihkan sisa lumpur dan puing. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari ke depan. Koordinasi intensif tetap dilakukan dengan otoritas setempat.
Dinas SDABMBK berkomitmen bekerja hingga kondisi lingkungan benar-benar bersih dan aman. Targetnya bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan kawasan permukiman layak dihuni kembali. Pemulihan menyeluruh diharapkan mampu mengembalikan rasa aman warga. Pendekatan sistematis diterapkan untuk menghindari penanganan yang setengah-setengah. Setiap tahapan dilaksanakan sesuai prosedur teknis.
Upaya pemulihan ini menjadi contoh kolaborasi antarwilayah dalam menghadapi bencana alam. Dukungan yang cepat dan terkoordinasi dinilai efektif mempercepat rehabilitasi. Pemerintah Kota Medan berharap bantuan yang diberikan memberi dampak nyata. Solidaritas daerah menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi darurat. Semangat kebersamaan diharapkan terus terjaga.
Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, proses pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan perkembangan positif. Pembersihan lumpur dan perbaikan akses terus dilakukan hingga tuntas. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak. Harapannya, aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat segera pulih sepenuhnya. Dukungan semua pihak menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan pascabanjir ini.
