
NEWMEDAN.COM – Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah lanjutan pascarevitalisasi Gedung Warenhuis. Gedung bersejarah tersebut kini telah rampung diperbaiki. Pemko berfokus pada pemanfaatan bangunan agar bernilai guna. Penetapan fungsi gedung menjadi agenda utama. Langkah ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.
Gedung Warenhuis terletak di kawasan bersejarah Kesawan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat cagar budaya Kota Medan. Revitalisasi dilakukan untuk menjaga nilai historis bangunan. Selain itu, pembaruan dilakukan agar gedung dapat difungsikan kembali. Pemko ingin kawasan ini kembali hidup.
Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menyampaikan hal tersebut secara langsung. Pernyataan itu disampaikan saat peninjauan lokasi. Kunjungan dilakukan pada Senin, 12 Januari 2026. Peninjauan bertujuan melihat kondisi gedung pascarevitalisasi. Evaluasi dilakukan sebelum pengambilan keputusan.
Zakiyuddin Harahap menyebutkan penentuan fungsi gedung harus matang. Pemanfaatan gedung harus sesuai dengan nilai sejarahnya. Ia menekankan pentingnya konsep yang tepat. Gedung tidak boleh sekadar menjadi bangunan kosong. Fungsinya harus memberi dampak positif.
Selain fungsi, Pemko juga akan menentukan pihak pengelola. Pengelola dipilih untuk memastikan operasional berjalan baik. Manajemen yang profesional sangat dibutuhkan. Pengelolaan harus transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk keberlanjutan pemanfaatan gedung.
Gedung Warenhuis merupakan salah satu ikon sejarah Kota Medan. Bangunan ini telah berdiri sejak masa kolonial. Nilai arsitektur dan sejarahnya sangat tinggi. Karena itu, revitalisasi dilakukan dengan hati-hati. Unsur keaslian bangunan tetap dipertahankan.
Pemko Medan ingin Gedung Warenhuis menjadi ruang publik. Pemanfaatan diarahkan untuk kegiatan budaya dan ekonomi kreatif. Gedung diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Wisata sejarah juga menjadi salah satu potensi. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik kawasan Kesawan.
Penentuan fungsi gedung juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Pemko membuka peluang berbagai konsep pemanfaatan. Usulan dari berbagai pihak akan dipelajari. Kolaborasi dengan komunitas kreatif menjadi opsi. Keputusan akan diambil secara bijaksana.
Zakiyuddin menegaskan revitalisasi bukan sekadar memperbaiki fisik. Tujuan utamanya adalah menghidupkan kembali kawasan. Gedung harus menjadi ruang yang aktif. Aktivitas positif diharapkan tumbuh di dalamnya. Dengan demikian, kawasan Kesawan semakin berkembang.
Pemko Medan juga memperhatikan aspek keberlanjutan. Operasional gedung harus mampu berjalan jangka panjang. Sumber pendanaan pengelolaan menjadi pertimbangan. Pengelola diharapkan mampu berinovasi. Kreativitas menjadi kunci keberhasilan.
Dalam peninjauan tersebut, Zakiyuddin didampingi sejumlah pejabat. Mereka melihat langsung kondisi bangunan secara menyeluruh. Setiap sudut gedung diperhatikan dengan detail. Catatan teknis juga dikumpulkan. Hal ini menjadi dasar pengambilan keputusan.
Revitalisasi Gedung Warenhuis merupakan bagian dari program penataan kota. Pemko ingin memperkuat identitas sejarah Medan. Bangunan bersejarah dipertahankan dan difungsikan. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Warisan budaya tetap dijaga.
Kawasan Kesawan sendiri terus dikembangkan. Berbagai kegiatan budaya mulai digelar di wilayah ini. Kehadiran Gedung Warenhuis diharapkan memperkuat kawasan. Sinergi antarbangunan bersejarah menjadi tujuan. Kesawan diproyeksikan sebagai destinasi unggulan.
Pemko juga menilai potensi ekonomi dari pemanfaatan gedung. Aktivitas ekonomi kreatif dapat tumbuh. Pelaku UMKM dan komunitas seni bisa dilibatkan. Dampak ekonomi diharapkan dirasakan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kota.
Penentuan pengelola akan melalui mekanisme yang jelas. Pemko memastikan proses berjalan sesuai aturan. Profesionalisme menjadi syarat utama. Pengelola harus memiliki visi sejalan dengan pemerintah. Kerja sama jangka panjang menjadi pertimbangan.
Zakiyuddin mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan gedung. Pengelolaan harus memperhatikan aspek teknis. Perawatan rutin perlu dilakukan. Hal ini untuk menjaga kondisi bangunan tetap baik. Gedung harus nyaman digunakan.
Masyarakat diharapkan turut menjaga Gedung Warenhuis. Kesadaran kolektif menjadi faktor penting. Bangunan bersejarah adalah aset bersama. Partisipasi publik sangat dibutuhkan. Rasa memiliki perlu ditumbuhkan.
Pemko Medan membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Masukan dari akademisi dan budayawan akan dipertimbangkan. Proses pengambilan keputusan bersifat inklusif. Tujuannya agar hasilnya optimal. Semua kepentingan diakomodasi.
Penetapan fungsi dan pengelola ditargetkan dalam waktu dekat. Pemko tidak ingin gedung terlalu lama kosong. Setelah keputusan diambil, operasional akan segera dimulai. Aktivitas di gedung diharapkan segera berjalan. Masyarakat dapat segera menikmati manfaatnya.
Dengan langkah ini, Pemko Medan berharap Gedung Warenhuis kembali berjaya. Bangunan bersejarah ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan kawasan Kesawan. Pemanfaatan yang tepat akan memberi nilai tambah. Sejarah dan modernitas diharapkan berjalan seiring. Gedung Warenhuis siap memasuki babak baru.
