
NEWMEDAN.COM — Upaya memperbaiki sistem transportasi publik di kawasan perkotaan Mebidang (Medan, Binjai, dan Deliserdang) semakin konkret. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara resmi menerima 31 unit bus baru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai bagian dari persiapan implementasi Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.
Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam pertemuan antara Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (16/10/2025).
Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan transportasi publik di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa kehadiran BRT Mebidang merupakan langkah besar dalam menciptakan sistem transportasi terpadu, efisien, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin masyarakat punya pilihan transportasi umum yang nyaman, aman, dan tepat waktu. Kehadiran 31 bus ini menjadi tahap awal dari transformasi mobilitas di wilayah Mebidang,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, Pemprov Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota terkait akan mempercepat kesiapan infrastruktur pendukung seperti halte, jalur khusus BRT, dan sistem tiket elektronik. Tujuannya agar layanan bisa segera dioperasikan pada awal tahun 2026.
Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyebutkan bahwa BRT Mebidang merupakan bagian dari program nasional pengembangan transportasi massal perkotaan yang tengah digencarkan Kemenhub di sejumlah wilayah, termasuk Medan.
“Kawasan Mebidang memiliki potensi pergerakan masyarakat yang sangat tinggi. Kami ingin BRT hadir sebagai solusi mengurangi kemacetan dan polusi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat,” kata Aan.
Bus yang diserahkan merupakan bus berukuran sedang dengan kapasitas 40 penumpang, dilengkapi AC, sistem pembayaran non-tunai, kamera pengawas, dan akses bagi penyandang disabilitas.
Adapun rute utama BRT Mebidang tahap awal meliputi beberapa koridor strategis:
- Terminal Amplas – Lapangan Merdeka Medan – Pinang Baris
- Lapangan Merdeka – Tembung – Lubuk Pakam
- Pinang Baris – Binjai Kota
- Amplas – Cemara – Binjai Timur
Selain empat rute utama, beberapa rute pengumpan (feeder) juga tengah dikaji agar warga dari kawasan pemukiman dapat dengan mudah mengakses layanan utama BRT.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Agus Siregar, menjelaskan bahwa seluruh armada akan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan untuk mendukung target pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.
“Selain mempermudah mobilitas warga, program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut menuju transportasi hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah pusat melalui Kemenhub memastikan akan terus melakukan pendampingan teknis dan pembinaan terhadap pengelola BRT Mebidang. Bahkan, sejumlah pelatihan bagi pengemudi dan petugas lapangan telah dijadwalkan pada November mendatang.
Di sisi lain, Bobby Nasution berharap masyarakat dapat menyambut positif layanan transportasi ini dengan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Menurutnya, perubahan perilaku pengguna jalan menjadi kunci suksesnya sistem BRT di Medan dan sekitarnya.
“BRT tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat. Mari kita biasakan naik angkutan umum yang nyaman dan terjadwal,” ujarnya.
Kehadiran BRT Mebidang juga diharapkan menjadi stimulus bagi pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar koridor utama. Pemerintah optimis mobilitas yang lancar akan berdampak langsung pada pertumbuhan investasi dan pariwisata.
Warga yang hadir dalam acara penyerahan bus pun menyambut gembira program ini. Mereka berharap kehadiran BRT benar-benar dapat mengatasi kemacetan kronis di jalur Medan–Lubuk Pakam dan Medan–Binjai yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
Dengan tambahan 31 bus baru ini, Pemprov Sumut menargetkan tahap uji coba operasional dimulai pada Desember 2025. Uji coba akan dilakukan secara terbatas untuk mengevaluasi efisiensi jalur dan sistem pembayaran elektronik.
“Kita ingin semua matang sebelum beroperasi penuh. Target kita, awal 2026 BRT Mebidang sudah bisa dinikmati masyarakat secara luas,” tutup Bobby optimistis.
