
KOTA MEDAN – Pemerintah Kota Medan menyambut positif pelaksanaan kegiatan Asistensi Penataan Sarana dan Prasarana Darat, Kesehatan, serta Pergudangan sebagai Komponen Pendukung Pertahanan Negara Tahun 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan berlangsung di Balai Kota Medan pada Kamis, 17 September 2026. Acara ini dinilai penting sebagai wadah penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berperan dalam mendukung kesiapan pertahanan negara. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor demi ketahanan nasional yang lebih kokoh.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap. Dalam sambutannya, Zakiyuddin menyampaikan bahwa upaya menjaga pertahanan negara memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh komponen bangsa. Menurutnya, pemerintah daerah maupun kalangan dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung agenda tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Kota Medan terhadap program nasional ini.
Kegiatan asistensi tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda. Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia turut hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap jalannya kegiatan. Perangkat daerah dari berbagai instansi juga ikut ambil bagian dalam forum tersebut. Tidak ketinggalan, perwakilan dari Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta turut memeriahkan jalannya acara. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pertahanan negara.
Dalam pernyataannya, Zakiyuddin Harahap menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Medan untuk mendukung penataan dan pengelolaan potensi sumber daya daerah. Ia menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara terkoordinasi agar hasilnya optimal dan tepat sasaran. Dukungan ini menjadi wujud komitmen Pemko Medan terhadap program strategis nasional di bidang pertahanan. Zakiyuddin juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada tahap seremonial semata. Ia berharap kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan koordinasi yang semakin erat di kemudian hari.
Dari pihak Kementerian Pertahanan, kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Sri Yanto. Dalam kesempatan tersebut, Sri Yanto diwakili oleh Direktur Sumber Daya Alam dan Buatan Potensi Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Wirawan Yanuartono. Wirawan menyampaikan bahwa penataan sumber daya nasional sebagai komponen pendukung pertahanan negara memiliki peranan yang sangat penting. Hal tersebut dinilai semakin relevan di tengah dinamika ancaman global yang terus berkembang. Penataan ini menjadi salah satu langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
Wirawan Yanuartono juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar hukum yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Undang-undang tersebut mengatur secara jelas mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya nasional secara terintegrasi. Ketentuan ini menjadi landasan utama pelaksanaan asistensi penataan sarana dan prasarana di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan. Implementasi undang-undang tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi pertahanan negara secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Wirawan menjelaskan bahwa sarana dan prasarana sipil memiliki peran strategis dalam mendukung pertahanan negara. Sektor transportasi disebut sebagai salah satu komponen vital yang perlu dipersiapkan dengan baik. Selain itu, sektor logistik juga dinilai penting untuk memastikan kelancaran distribusi kebutuhan strategis. Sektor siber dan telekomunikasi turut menjadi perhatian khusus mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sektor energi juga disebutkan sebagai salah satu elemen krusial dalam mendukung fungsi ganda sarana prasarana sipil dan pertahanan.
Menurut penjelasan tersebut, seluruh sektor sipil ini idealnya memiliki fungsi ganda, yakni untuk kepentingan sipil sekaligus pertahanan. Konsep fungsi ganda ini bertujuan agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif. Dengan demikian, sarana dan prasarana yang sudah tersedia tidak perlu dibangun secara terpisah untuk kebutuhan pertahanan. Pendekatan ini dinilai lebih hemat anggaran sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan negara dalam menghadapi berbagai ancaman. Konsep tersebut menjadi salah satu strategi utama dalam pengelolaan sumber daya pertahanan nasional.
Kegiatan asistensi yang digelar di Kota Medan turut diisi dengan sesi pemaparan materi dari narasumber terkait. Selain pemaparan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Diskusi tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi di antara seluruh pihak yang terlibat. Melalui forum ini, berbagai masukan dan pandangan dari peserta dapat disampaikan secara langsung. Hasil diskusi diharapkan mampu memperkaya strategi pengelolaan sumber daya nasional ke depannya.
Secara keseluruhan, kegiatan Asistensi Penataan Sarana Prasarana Darat, Kesehatan, dan Pergudangan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertahanan negara. Sinergi antara Kementerian Pertahanan, Pemerintah Kota Medan, TNI, Polri, serta unsur BUMN dan BUMS menjadi kunci keberhasilan program ini. Optimalisasi sumber daya nasional diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pertahanan negara secara berkelanjutan. Koordinasi yang solid antarlembaga menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah strategis lain yang lebih konkret di masa yang akan datang.
