
BELAWAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kembali turun langsung ke kawasan Belawan untuk menyapa warga sekaligus memimpin kegiatan gotong royong pada Sabtu, 12 September 2026. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir utara Kota Medan tersebut. Kegiatan gotong royong yang dipimpin Rico turut melibatkan warga setempat sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Momen kunjungan ini juga menjadi ajang bagi Wali Kota untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan warga terkait kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran Rico di Belawan sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan pembangunan di kawasan tersebut secara berkala.
Kunjungan kali ini berlangsung di tengah kondisi Belawan yang masih menghadapi ancaman banjir rob yang kerap melanda kawasan permukiman warga. Ancaman banjir rob tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah kota dalam waktu dekat. Dalam kesempatan tersebut, Rico menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat proses pembenahan di kawasan Medan Bagian Utara, termasuk Belawan sebagai salah satu wilayah prioritas. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas kondisi lingkungan yang dinilai masih memerlukan penanganan menyeluruh dari berbagai aspek. Komitmen tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi warga bahwa persoalan banjir rob akan segera mendapatkan solusi yang lebih permanen.
Dalam keterangannya, Rico mengungkapkan bahwa kawasan Belawan hingga saat ini masih membutuhkan sejumlah perbaikan mendasar, terutama pada aspek infrastruktur yang menunjang kehidupan sehari-hari warga. Selain persoalan infrastruktur, penanganan banjir juga disebut sebagai salah satu isu utama yang perlu segera diselesaikan secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, Rico juga menyoroti pentingnya peningkatan akses kesehatan bagi warga Belawan agar pelayanan medis dapat dijangkau dengan lebih mudah. Peningkatan akses pendidikan turut menjadi perhatian Wali Kota mengingat pentingnya faktor tersebut bagi masa depan generasi muda di kawasan pesisir tersebut. Berbagai persoalan ini disebutkan Rico sebagai gambaran nyata dari kebutuhan mendesak masyarakat Belawan yang harus segera direspons oleh pemerintah kota.
Guna menjawab berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah mengajukan usulan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait alokasi anggaran khusus untuk kawasan Medan Bagian Utara. Usulan tersebut secara spesifik meminta agar sebesar 35 persen dari total anggaran difokuskan untuk pembangunan di wilayah utara Kota Medan, termasuk Belawan. Besaran alokasi anggaran yang diusulkan ini mencerminkan skala prioritas yang cukup tinggi terhadap kebutuhan pembangunan di kawasan tersebut. Usulan ini juga menjadi indikasi bahwa Pemko Medan menempatkan Medan Bagian Utara sebagai salah satu fokus utama dalam perencanaan pembangunan ke depan. Langkah pengusulan anggaran ini diharapkan dapat segera mendapatkan persetujuan dari DPRD agar realisasi pembangunan dapat berjalan sesuai target yang direncanakan.
“Belawan masih membutuhkan banyak perbaikan. Kita akan menyelesaikannya secara bertahap melalui program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Rico saat menyampaikan keterangannya kepada warga dan awak media. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan penyelesaian masalah di Belawan akan dilakukan secara terstruktur dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pembagian program ke dalam tiga kategori waktu tersebut mencerminkan strategi perencanaan yang matang dalam menangani berbagai persoalan yang kompleks di kawasan tersebut. Rico menekankan bahwa setiap tahapan program memiliki target dan capaian yang berbeda sesuai dengan skala prioritas kebutuhan masyarakat. Pendekatan bertahap ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih terukur dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Belawan.
Program jangka pendek yang dimaksud kemungkinan besar akan difokuskan pada penanganan darurat, seperti antisipasi banjir rob yang kerap mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Penanganan darurat semacam ini dinilai penting untuk segera dilakukan mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama saat musim air pasang tiba. Sementara itu, program jangka menengah diperkirakan akan menyasar perbaikan infrastruktur dasar yang lebih permanen guna mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur dasar ini mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan dengan kualitas hidup warga di kawasan pesisir tersebut. Melalui pendekatan bertahap ini, Pemko Medan berupaya memastikan setiap persoalan dapat ditangani sesuai dengan tingkat urgensi dan kompleksitasnya masing-masing.
Adapun untuk program jangka panjang, Pemko Medan tampaknya akan mengarahkan fokus pada pembangunan yang lebih menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di kawasan Medan Bagian Utara. Pembangunan jangka panjang ini diharapkan mampu memberikan perubahan struktural yang signifikan terhadap kondisi kawasan Belawan secara keseluruhan. Peningkatan akses kesehatan dalam jangka panjang dinilai penting untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan medis yang lebih memadai dan mudah dijangkau. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan turut menjadi bagian penting dari visi pembangunan jangka panjang guna mempersiapkan generasi muda Belawan yang lebih berkualitas. Dengan perencanaan yang matang, program jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
Kegiatan gotong royong yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Rico turut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah kota dan masyarakat Belawan. Melalui kegiatan tersebut, warga dapat berinteraksi secara langsung dengan Wali Kota sekaligus menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan gotong royong ini turut mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekitar. Kegiatan semacam ini juga dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap keseriusan pemerintah kota dalam menangani berbagai persoalan di kawasan pesisir. Momentum gotong royong ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara pemerintah dan warga.
Kehadiran Wali Kota secara langsung ke lapangan juga dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang mengutamakan pendekatan langsung terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendekatan semacam ini memungkinkan Wali Kota untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi lapangan tanpa hanya mengandalkan laporan tertulis dari bawahan. Dengan turun langsung ke Belawan, Rico dapat melihat secara langsung dampak dari ancaman banjir rob yang selama ini dikeluhkan oleh warga setempat. Pengalaman langsung di lapangan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan yang lebih akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan. Pendekatan kepemimpinan berbasis kehadiran langsung semacam ini dinilai relevan untuk diterapkan secara konsisten dalam menangani berbagai persoalan di wilayah lain Kota Medan.
Ke depan, masyarakat Belawan berharap agar komitmen yang disampaikan Wali Kota Rico terkait percepatan pembangunan Medan Bagian Utara dapat segera terealisasi sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Usulan alokasi anggaran sebesar 35 persen untuk kawasan utara Kota Medan diharapkan dapat segera disetujui oleh DPRD agar proses pembangunan dapat dimulai tanpa penundaan yang berarti. Dengan adanya kepastian anggaran, berbagai program penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan akses kesehatan dan pendidikan dapat segera diwujudkan secara nyata. Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi tolok ukur penting bagi keseriusan Pemko Medan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kawasan Belawan diharapkan dapat bertransformasi menjadi kawasan pesisir yang lebih aman, sejahtera, dan layak huni bagi seluruh warganya.
