
KRIMINAL – Kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali mengemuka di Kota Medan. Seorang pria yang dikenal sebagai influencer media sosial diamankan pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana serius.
Pelaku berinisial D (41), yang juga dikenal dengan nama Mr Roberto, ditangkap oleh aparat Polrestabes Medan pada Rabu, 1 April 2026.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan. Kasus ini kemudian dikembangkan melalui penyelidikan intensif.
Korban dalam kasus ini diketahui bernama Putri Saras Wati (25), yang disebut sebagai istri siri dari tersangka.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah toko (ruko) yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia. Lokasi ini menjadi tempat terjadinya dugaan tindak kekerasan.
Berdasarkan keterangan awal, aksi penyekapan dan penganiayaan terjadi dalam rentang waktu 15 hingga 18 Maret 2026. Selama periode tersebut, korban diduga tidak dapat keluar dari lokasi.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tersangka telah terbukti melakukan tindakan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan. Bukti-bukti yang dikumpulkan menguatkan dugaan tindak pidana.
Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum kini tengah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang figur yang dikenal di media sosial. Hal ini menambah sorotan terhadap pentingnya etika dan perilaku di ruang publik.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam menindak tegas segala bentuk kekerasan, terutama terhadap perempuan. Penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan personal tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak kekerasan. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu penegakan hukum.
Selain itu, korban kekerasan diharapkan tidak ragu untuk mencari bantuan. Terdapat berbagai layanan yang dapat memberikan perlindungan dan pendampingan.
Pemerintah dan aparat penegak hukum terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan. Edukasi menjadi bagian penting dalam mencegah kasus serupa.
Dengan penangkapan ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan secara adil dan transparan. Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menghormati hak dan keselamatan sesama.
